Dibuat dengan Tradisi dan Ketelitian
Dari dataran tinggi Pagarsinondi, Tapanuli Utara, hadir sebuah kopi yang menceritakan kisah di balik rasanya, kisah tentang tradisi, dedikasi, dan inovasi. “Butet” bukan sekadar nama, ini adalah penghormatan tulus dari Bang Alex Hutabarat dari Sibadak Coffee, terinspirasi oleh lagu rakyat Batak yang sarat makna dan sebagai penghormatan pribadi kepada putrinya. Kehangatan dan perasaan ini terwujud dalam secangkir kopi yang berlapis, ekspresif, dan sangat unik.
Pengolahan yang Disengaja untuk Rasa yang Jelas
Menggunakan metode Anaerobic Natural yang teliti dan fermentasi selama 135 jam yang ketat, diikuti dengan pengeringan lambat di Dark Room, Kopi Butet menjadi contoh presisi di setiap langkah. Setiap proses dikendalikan secara sengaja, menghasilkan profil rasa yang cerah namun jelas. Hasilnya? Secangkir kopi yang menampilkan keseimbangan dan kedalaman yang rumit, menghadirkan interpretasi modern atas terroir Tapanuli yang terus berkembang.
Petualangan Rasa yang Tak Terlupakan
Dalam setiap tegukan, Butet mengungkapkan kompleksitas dan harmoni, aroma dan rasa dari nanas panggang berpadu mulus dengan keasaman bunga dari kembang sepatu, manisnya buah lychee, dan keasaman segar dari buah red currant. Semua ini dibungkus dalam manisnya yang matang, menciptakan pengalaman sensorik yang benar-benar hidup. Kopi ini mencerminkan keseimbangan, menggabungkan inovasi dalam pengolahan dengan kedalaman rasa yang tak tertandingi, menjadikannya wajib dicoba bagi setiap pecinta kopi.











Ulasan
Belum ada ulasan.