Berasal dari Atu Lintang, Aceh Tengah, kopi ini tumbuh di dataran tinggi 1.400–1.800 mdpl dan merupakan hasil kolaborasi proses pascapanen antara Bang Bewok Lintang Pegas dan DNRT. Menggunakan metode Anaerobic Natural Hypoxia selama 240 jam, fermentasi dilakukan dalam kondisi oksigen yang sangat minim untuk mengontrol metabolisme mikroba secara presisi dan memperdalam kompleksitas rasa.
Hasilnya adalah cangkir kopi dengan karakter sangat manis dan aromatik, menyerupai permen, dengan lapisan rasa guava, red berries, dan tropical fruits, yang ditutup dengan manis lembut brown sugar. Profil rasanya ekspresif namun tetap bersih, dengan sensasi juicy dan sweetness yang menonjol dari awal hingga akhir.
Kopi ini merepresentasikan sisi eksperimental Gayo, berani, modern, dan penuh eksplorasi rasa.










Ulasan
Belum ada ulasan.